Langsung ke konten utama

DANUR

Tak mudah melalui fase kehidupan yang cukup rumit dengan usia yang rasanya belum mampu menghadapi serangkaian peristiwa tidak biasa, tak mudah menjalani hidup sebagai anak-anak normal jika semua yang kuanggap normal ternyata hal-hal tidak normal. Kuanggap tembok adalah benda hidup, sama seperti kalian teman-teman yang bisa kuajak berinteraksi untuk mendiskusikan apapun yang kuanggap penting. Kuanggap pohon adalah mahluk bergerak yang setiap saat bisa saja kumintai bantuan, yang setiap saat ikut bergerak saat kumelangkah, dan setiap saat melihat apa yang akan kulakukan mencermati isi kepalaku.

Tubuhku begitu kecil saat kutahu kelima sahabatku ternyata onggokan belulang manusia tanpa kepala yang jelas jauh berbeda denganku yang masih bisa berdiri tegap, melangkah bebas, menapaki tanah, dan nyata untuk diraba. Bukan takut yang menyergap, perasaan iba muncul ke permukaan melebihi apapun yang pernah kurasakan terhadap makhluk-makhluk sepertiku.

Aku masih belia ketika akhirnya kelimanya pergi meninggalkanku sendiri ditengah bau Danur yang semakin mengusik hari-hariku. Kalian tahu apa itu Danur? Danur adalah air yang muncul dari jasad mahkluk hidup yang telah mati dan membusuk. Kututup penciumanku, kututup mataku, kututup hatiku untuk Danur-Danur baru yang muncul sepeninggal mereka.

Berjuang menyeimbangkan langkah agar tetap merasa normal hingga akhirnya kutemukan cara agar semuanya terasa baik-baik saja. Tak selamanya Danur itu menyengat dan membuatku lunglai, kelima sahabatku pergi, namun segala sesuatunya selalu sama, kepergian mereka mendatangkan sahabat-sahabat baru untukku. Pengalaman-pengalaman baru, kisah-kisah baru. Drama, selalu dipenuhi drama.

Telah kubuka gerbang dialog antara aku dan dunia mereka, telah kurangkai kisah-kisah baru. Penciumanku tetap tertutup rapat, namun kini telinga, mata,  hati, dan pikiranku terbuka lebar untuk mereka.

Tak selamanya Danur itu menjijikkan. Karena kini aku bisa mencium banyak wewangian yang muncul karenanya.

Peter, William, Hans, Hendrick, Janshen, Samantha, Jane, Ardiah, Edwin, Teddy, Sarah, Elizabeth, Kasih adalah beberapa tokoh dari sekian banyak sahabat di proses hidupku hingga kini.
“Mataku tetap terjaga, dan mendapati suara itu muncul dari penggalan kepala mereka yang jatuh terpisah dari baju lusuh yang mereka kenakan.”
Sejak kecil, Aku diberkahi (atau dikutuk) dengan kemampuan untuk bisa melihat, mendengar, dan berinteraksi dengan mereka yang tak terlihat. Kita menyebutnya hantu. Kedengaranya mungkin keren bagi kalian, tapi tidak bagiku. Kemampuanku ini sering membuatku kecil frustrasi. Bukan saja bisa melihat dan mendengar jerit kesakitan mereka, juga bisa mencium bau anyir darah yang menguar dari wajah mereka yang rusak, atau merasakan sentuhan mereka yang dingin dan berlendir.

“Kini jelas sudah kulihat di depanku berdiri seorang perempuan tanpa busana, yang seluruh tubuhnya hitam nyaris tak berbentuk. Tubuhnya seperti habis terbakar.”
Awalnya, ketika aku kecil senang dengan kemampuan ini. Aku berteman dengan 5 hantu Belanda yang konon adalah roh-roh gentayangan dari zaman penjajahan. Mereka adalah Peter, Hans, Hendrick, William, dan Jansen. Satu-demi-satu, ketiga hantu bule yang untungnya rupawan itu mengisahkan kisah-kisah sedih mereka kepadaku. Bagaimana mereka dulu terbunuh, mengapa mereka masih melayang-layang di antara dua dunia, dan apa keinginan atau ketidakpuasan mereka pada kehidupan yang membuat ruh-ruh itu masih terjangkar di dunia. Kadang, sahabat-sahabat hantu itu mengusiliku, tapi kadang juga mereka nakal sebagaimana anak-anak seusia mereka. Tampang kelima hantu bule itu dilukiskan dengan sangat spooky-nya di sampul buku ini.

“hari-hariku dipenuhi dengan canda Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick, alunan lirih biola William, dan tak lupa rengekan si bungsu Jansen.”

Tapi, itu hanyalah bagian bagus dari kemampuanku. Selalu ada sisi bagus dan sisi jelek dari segala hal yang ada di dunia ini. Ujian utama itu belum datang. Menjelang ulang tahun yang ke-13, aku ditinggalkan oleh 5 teman hantu bulenya. Mereka marah karena aku tidak menepati janjinya untuk bergabung dengan mereka, yakni dengan bunuh diri. Sejak saat itu, aku tidak pernah lagi melihat lima teman hantunya, tapi, aku masih tetap melihat mahkluk-makhluk lain yang seolah terus mengikuti. Tidak jarang aku didatangi wajah yang melayang-layang di atas tempat tidur, atau melihat rambut yang terurai seperti ular saat sedang di toilet, atau melihat penampakan sepasang anak SMA dengan wajah berdarah-darah yang sepertinya terus muncul di pinggiran jalan yang kulewati.

“Senyumnya yang tadi terlihat sangat ramah, tiba-tiba saja berubah menjadi sangat mengerikan. Senyumnya terlalu lebar hingga mulutnya terlihat seperti hendak robek. Wajahnya yang pucat tiba-tiba saja berwarna, merah karena ditetesi darah yang mengucur perlahan dari arah kepalanya.”

Mungkin kedengarannya aneh, tapi aku belajar banyak tentang kehidupan dari kisah-kisah orang mati yang didengarnya. Paling pilu adalah kisah tentang Danur Kasih, ketika aku dipertemukan dengan sosok hantu dari wanita yang meninggal dengan cara gantung diri. Hantu itu merangkak kesakitan karena jerat tali gantungan yang terus menerus menjerat lehernya. Dengan putus asa, dia memohon kepadaku untuk melepaskan jerat itu, tetapi sia-sia. Sekuat apapun aku mencoba, jerat itu selamanya ada di sana, menyiksa sang ruh yang telah gelap mata saat mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya dulu. Dari kisah-kisah itu aku belajar bahwa betapa sangat beruntung diriku jika dibandingkan roh-roh penasaran tersebut.

Baru sekarang aku tahu kenapa mereka selalu membuat suara-suara tawa mengerikan. Mereka sedang menangisi diri mereka sendiri, dan segala penyesalan atas apa yang pernah mereka lakukan. Mereka juga sedang menertawakan diri mereka, yang begitu bodoh membuat sebuah keputusan.”

            Dari catatan tersebut, tersirat kalau semua kisah hantu yang ada dalam buku ini benar-benar ada dan nyata. Latar belakang historis yang menggambarkan penyebab kematian hantu-hantu itupun juga masuk akal, sementara topik tentang hantu dan roh penasaran ini sampai sekarang masih menjadi bahan perdebatan. Apakah hantu itu benar-benar ada? Apakah mereka itu sebenarnya, roh orang yang sudah meninggal ataukah jin-jin yang menyaru dalam wujud manusia yang sudah meninggal? Hanya Tuhan yang Maha Mengetahui. Dari kisah Aku dalam buku ini, paling tidak kita bisa mengambil banyak pelajaran (walaupun dengan cara yang agak-agak serem) tentang kehidupan. Bahwa kehidupan itu adalah anugrah yang sangat berharga dan sudah sepantasnya dipertahankan, dilestarikan, dan diisi dengan melakukan banyak kebaikan.

“Jika aku jatuh terperosok hingga tak mampu lagi bangkit, itu semua salahku, bukan salah Tuhan.”

"Itulah yang paling penting dalam sebuah hubungan, menjadi diri sendiri dan mengubahnya bersama-sama jika itu adalah sesuatu yang buruk.”


“Jika aku masih berpikir bahwa hidupku ini membosankan dan tak bahagia, anggaplah bahwa aku ini adalah seorang anak yang sangat bodoh. Bahkan, mungkin jauh lebih bodoh dari seekor keledai. Manusia tak pernah merasa puas atas apa yang telah dicapainya, dan aku ini ternyata memang manusia juga, ya?”          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fungsi Hadits Terhadap Al Quran

A.     Fungsi Hadist Beserta Contohnya Hadis adalah sumber hukum islam kedua yang telah di sepakati oleh para ulama ( ahlul ilmi ) dapat memunculkan hukum dengan sendirinya tampa besertaan dengan al-Qur’an. [1] Disamping itu hadist juga memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan Al-Qur’an apalagi bila kita tinjau dari sisi fungsinya. Fungsi hadist terhadap Al-Qur’an secara umum yaitu sebagai bayan ta’kid, bayan tafsir, bayan takhshis, bayan taqyid, bayan tasyri’, dan bayan tabdil.  Kejelasan fungsi-fungsi hadist tersebut diatas  adalah sebagai berikut. 1.       Bayan Ta’kid Bayan ta’kid atau disebut juga dengan bayan Taqrir  atau bayan itsbat adalah hadist yang berfungsi untuk memperkokoh atau memperkuat isi kandungan Al-Qur’an. [2] Dalam hal ini, hadist hanya berfungsi untuk memperkokoh isi kandungan Al-Qur’an, [3] dengan demikia maka kandungan hukumnya memiliki dua dalil sekaligus yaitu Al-Qur’an dan Hadist Nabi. [4]...

AL-ASMA’ WA AL-KUNYA DAN AL-ALQAB AL-MUHADDITSIN

A.   Al-asma’ wa Al-kunya a.     Pengertian Menjelaskan nama-nama perawi dengan nama atau julukan atau gelar yang berbeda. Misalnya : Muhammad ibn al-saib al-kalbi ( محمد بن السائب الكبى ) sebagian orang mengetahui mamanya dengan “Aba al-nadhr” ( أبا النضر ) dan sebagian yang lain “Hamaad ibn al-saib”( حماد ابن السائب ) dan “Aba Al-said " : ( أبا سعيد ). [1] b.     Faedah/manfaat Untuk mempermudah pengenalan terhadap nama para rawi yang masyhur dengan kunyah-nya agar lebih lanjut dapat diketahui karakteristiknya dan untuk menghindari salah duga  karena menganggap seorang rawi adalah dua orang karena suatu saat ia disebut dengan namanya dan pada saat lain dengan kunyah-nya, atau kadang-kadang ia disebut dengan nama dan kunyah-nya sekaligus, sehingga diangap dua orang. Kemungkinan ini terjadi lantaran tiada kata ‘an tertulis diantara nama dan kunyah-nya itu. Bidang kajian ini senantiasa digali dan diperhatikan dnegan seksama oleh ahli ilm...